Usai kelas “Make Decision” aku putuskan untuk pulang ke Apartement. Kurang enak badan. Abdul dan Victor sudah menahanku beberapa kali. Mereka ingin aku ikut ke bioskop sore itu. Nonton Film-nya aku tidak keberatan, Cuma kalau sudah Nicole dan Viana ikut, ngobrolnya jadi panjang. Dua tuan putri itu punya karakter rada-rada mirip. Keduanya melankolis. Nggak bisa lihat rinai hujan di Darling Harbor, bisa-bisa awan hitam pekat dibilang jingga oleh mereka. Kalau dibiarkan dan kita nggak bisa menahan mereka, kita bisa melihat mereka berdua basah kuyup nyemplung ke laut.
Perubahan cuaca di Sydney sulit untuk diperkirakan saat ini. Sama seperti Amsterdam saat ini, temanku Dina yang sedang kuliah disana kemarin chating via Facebook bilang kadang lima menit panas, lima menit hujan, untung nya Sydney nggak separah itu. Cuma hujannya bisa 2 Jam. Gimana kalau Jakarta kalau hujan selama itu nggak berhenti-henti ya. Aku nggak bisa bayangkan itu. Pasti tempat kontrakan ku dulu di tepian Ciliwung airnya meluap sampai jauh. Baca selebihnya »