Kemenangan Bersama Harus Diciptakan
Setiap manusia memiliki sisi kelemahan. Karena memang kita diciptakan untuk saling melengkapi. Saling support. Tidak ada di dunia ini manusia yang bisa mandiri. Apa ada manusia yang bisa bener-benar Independen? Nggak ada. Ketika dia mengatakan bahwa dia tidak berkelompok, maka dalam ketidak berkelompokannya itulah dia berkelompok. Meminjam bahasa Stepehn R.Covey dari Independen menjadi interdependen (nampaknya harus baca ulang deh 7 Habists).
Jadi dalam mencapai kemenangan kita butuh orang lain, dan kita butuh benar-benar untuk bisa berkomunikasi dengan siapapun. Bahkan terhadap musuh. Kemampuan berkomunikasi inilah membutuhkan dialektika yang benar-benar matang.
Terkadang kita sering mengumpulkan kemenangan-kemenangan yang sebenarnya hanya hadir untuk diri kita sendiri. Kita terkadang lupa bahwa kemenangan-kemenangan bersama harus kita ciptakan walaupun kecil. Kita terkadang lupa bahwa kebersamaan itu jauh lebih menguntungkan daripada kesendirian. Sinergi bahasa kerennya
Egois terkadang susah untuk ditepis, maka Interdependen agak berat untuk diciptakan. Dibalik seorang Zidane, atau dibalik seorang Ahmadinejad sekalipun ada team di belakangnya. Yang men-support segala hal yang membuat dia tampil sempurna. Tapi sayang, kita selalu saja menganggap bahwa bintang lapangan itu benar-benar seorang bintang dan tanpil Independen. Sekali lagi tidak demikian. Yang ada adalah dia memiliki team yang kuat. Yang mampu menopang kemenangannya. Dan yang harus dipahami, itu adalah kemenangan Team.
Sekarang tugas kita untuk mencapai kemenangan-kemenangan itu adalah mari kita bangun team. Singkirkan segala keegoan kita. Jadikan moment ramadhan yang penuh berkah ini untuk kita bisa membangun team yang kuat. Membangun rasa kebersamaan yang kokoh, membangun empati kita kepada sesama.
Sedikit ulasan, Kalau kita pantau facebook saat ramadhan, tergelitik hati kita. Mereka bicara dalam bentuk doa, dimana berharap mereka bisa diselamatkan dan bisa masuk surga. Kita masih terbius oleh iming-iming Independen. Kita tidak pernah memfokuskan diri kita untuk berdoa bersama-sama. Mendoakan saudara-saudara kita? Yang kita lihat di Facebook orang berbondong-bondong membicarakan buka dan sahur pake apa. Sangat egois, sedangkan disudut lain yang kita lihat orang masih ada saja yang belum makan hari ini, sehingga dia tidak tahu mana jam sahur mana jam buka.
Interdependen adalah kunci nya. Kemenangan bersama harus kita ciptakan walaupun kecil. Semoga Ramadhan kali ini membawa berkah bagi kita semua untuk menyadarkan kita bahwa kita harus menanggalkan segala keegoisan diri kita dari sisi sisi keburukan diri kita. Menanggalkan ketidakpedulian kita pada orang-orang disekitar kita. Mengapa sih kita selalu berat untuk melakukan sesuatu kebaikan pada orang lain? Apa yang kita lakukan berluang-ulang itulah diri yang sebenarnya begitu kata Covey. Jika keburukan yang kita lakukan berluang-ulang, keburukan itulah diri kita. So, tata ulang hati kita, tata ulang konsep pemikiran kita. Sekali lagi, moga kita bisa memaknai Ramadhan kali ini agar tidak sekedar lewat dalam kehidupan kita
Wallahuam
Irsan Husain